Jumat, 25 Februari 2011

TORIQOH QODIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH


I.                    PENDAHULUAN
1.1       Latar belakang
Torekat adalah jalan yang harus ditempuh oleh para orang sufi, dan digambarkan segabagai jalan yang berpangkal dari syariat, sebab jalan utama disebut syar sedangkan anak jalan disebut thoriq, kata turunan ini menunjukkan bahwa menurut angapan para sufi, pendidikan mistik merupakan cabang dari jalan utama yang terdiri dari hukum ilahi, tempat berpijak bagi setiap  muslim.
Thiriqoh itu sendiri beragam macamnya yang tentunya berbeda pula ajarannya, nama-nama thiriqoh tersebut adalah thiriqoh qodiriyah wa naqsyabandiyah. Makalah ini akan membahas thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiyah yang berada didesa kelutan, kecamatan nggrongot kabupaten nganjuk  yang dipimpin oleh seorang mursyd yang bernama Dr. KH Kharissudin Aqib, M.Ag.

1.2       Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat diambil sebuah rumusan masalah antara lain :
  1. Apakah pengertian thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah itu ?
  2. Apa saja ajaran yang ada di thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah itu ?
  3. Bagaimana amalan yang ada di thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah itu ?
  4. Bagaiman silsilah kemursyidan thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah itu ?
1.3       Tujuan pembahasan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka dapat diambil sebuah tujuan sebagaiberikut:
  1. Mengetahui pengertia dari thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah itu 
  2. mengetahui ajaran yang ada di thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah
  3. Mengetahui amalan-amalan yang ada di thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah
  4. Mengetahui silsilah  kemursyidan thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah.

II.                 THORIQOH QODRIYAH DAN NAQSYABANDIYAH
2.1       Pengenalan thoriqoh qodiriyah dan naqsabandiyah
Menurut harun nasution toriqoh adalah jalan yang harus ditempuh seseorang murid agar sedekat mungkin dengan tuhan dibawah bimbingan guru mursyid. Thoriqot mencoba memberi rasa aman dan kesejahteraan dikehidupan akirat kepada para pengikutnya, setelah merekan merasa bahwa kehidupan mereka  didunia sudah mendekati akir.
Ruh sebelum masuk ke tubuh memang suci, setelah bersatu dengan tubuh seringkali menjadi kotor karena digoda hawa nafsu. Maka agar dapat mendekatkan diri kepada tuhan yang maha suci ruh manusia terlebih dahulu harus disucikan.
Tarekat adalah jalan yag harus ditempuh oleh para orang sufi, dan digambarkan senbagi jalan yang berpangkal dari syariat, sebab jalan utama disebut syar sedangkan anak jalan disebut thoriq.
Diantara berbagi macam tarekat yang ada terdapat tarekat yang bernama thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiyah, tarekat ini merupakan gabungan dari tarekat qodiriyah dan tarekat naqsabandiyah. Pengabungan kedua tarekat ini memunculkan tarekat yang mandiri ddan berbeda dari keduanya tarekat induk.
Jadi tarekat qodiriyah wa naqsabandiyah yang ada diindonesia adalah tarekat yang mandiri yang didalamnya terdapat unsure-unsur qodiriyah dan naqsabandiyah.
2.2       Amalan-amalan ahli thorigoh qidiriyah wa Naqsabandiyah
Di PP Daru Ulil Albab kelutan, Ngronggot, nagjuk, jawa timur
Amalan thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiyah antar lain:
1.      Amalan harian
Seoranag ahli thoriqoh setiap harinya harus melakukan amaliah-amaliah berikir: Sholat-sholat sunnah, dzikir karomat, dzikir hasanat, do’a-do’a dan kegiaan kemasarakatan. Sebagai perwujudan perdulinya terhadap pembinaan komunikasi yang harmonis dengan Allah dan sesamanya.
a.       Melaksanakan sholat
Disamping melaksanakan sholat fardu lima waktu dengan disiplin dan kusyu’, seorang ahli thoriqoh harus melaksakan sholat-sholat sunnah, kususnya sholat sunnah rowatib, tahjud, dhuha, walaupun hanya dua rokaat saja.
b.      Mengamalkan dzikir
Dzikir yang harus dikerjakan oleh oenganut ini adalah dzikir karamat “waji” dan dzikir hasanat “sunnah”.
Dzikir karomat adalah dzikir yang tatacara pengamalannya telah ditetapkan oleh guru yang mengajarinya
Sedangkan dzikir hasanat adalah amalan dzikir yang tatacaranya tidak ditentukan, terikat, oleh hitungan dan tempat  dan waktunya.
Adapun secara garis besar dapat dikatakan bahwa seorang pengamal thoriqoh ini setiap selesai sholat lima waktu harus melakukan dzikir sebanyak 165 kali, dengan tatcar sebagai berikut:
-         membaca istiqfar 3x
-         Membaca sholawat 3x
-         Robhitoh mursyid (mengigat guru yang mengajarkan dzikri sebagai peryataan bathin bahwa dirinya mengikuti ajaran tersebut)
Demikan juga harus melakuka dzikir ismu dzat  (menyebut Alllah,Allah,Allah ) dalam hati sebanyak 500kali dalam sehari semalam. Amalan dzikir ismu dzat ini bisa dilakukan satu kali duduk, bisa juga dilaukan secara kredit setiap habis sholat fardu.
Agar dzikir memberi hasil yang optimal dalam proses pembersihan jiwa, maka seseorang dzikir sebelum melakukan dzikir harus memperhatikan adap atau etika dzikir yaitu:
-         Harus suci dari hadast dan najis
-         Menghadap kiblat
-         Duduk aks tawarru’
-         Dan rabithah
2.      Amalan Mingguan
Ini kegiatan yang dilakukan seminggu sekali oleh pengikut thoriqoh ini adalah ber mujahadah bersama yang bisa disebut tawajjuj . yang berisi kegiatan sholat-sholat sunnah, istighosah, pengajian dan pembacaan rotib khotaman serta kegiatan kemasyarakatan.
3.      Amalan Bulanan
Kegiatan rutin yang dilaksanaka setiap satu bulan sekali adalah mujahadah bersama yang berisi pembacaan rotib istighosah, dan sholat sunnah manaqiban, fida’an, pengajian dan kegiatan masyarakat.
4.      Amalan Tahunan
Inti kegiatan yang dilakukan setahu sekali adalah kholwat (intensifikasi ibadah dan pengamalan ajaran tarekat didalam ribat atau pesantren). Dengan niat ibadah taqorroban ilallah atau mendekatkan diri kepada Allah.
5.      adap dan etika

2.3       Pokok-pokok ajaran tarekat Qodriyah dan Naqsabandiyah
Sebagai suatu madhab dalam tasawuf tarekat Qidriyah dan naqsabandiyah memiliki ajaran yang diyakini kebenarannya, terutama dalam kehidupan kesutian. Ada beberapa ajaran yang diyakini paling efiktif dan efisien ebagai metode mendekatkan dir kepada Allah. Pada umumnya yang menjadi pokok ajaran tarejat adalah didasari oleh Al-Quran dan Hadist
Ada beberapa pokok ajaran tarekat qodriyah dan naqsabandiyah yaitu :
1.      Kesempurnaan suluk
Ajaran yang sagat ditekankan dalam tarekat qidriyah dan naqsabandiyah karena suatu keyakinan bahwa kesempurnaan suluk adalah jika berada dalam tiga dimensi keimanan yaitu : islam, iman  ihsan.
Syariat adalah dimensi perundang-undagan dalam islam. Ia merupakan ketetntuan yang telah ditentukan oleh Allah, melalui rosulNya Muhammad Saw. Baik yang berupa perintah maupun larangan. Tarekat merupakan dimensi pelaksanaab syariat tersebut, sedangkan hakekat adalah demensi penghayatan pengamalan syariat itu, maka seseorang akan memperoleh manisnya iman yang dusebut ma’rifat.
Para sufi mengambarkanhakekat suluk sebagai upaya mencari mutiara yang ada didasar laut  yang dalam. Sehingga katika hal itu (syariat,tarekat dan hakiki) menjadi mutlak penting karena berada dalam satu sistem. Syariat digambarkan sebagai kapal yang berungsi sebagai alat transportasi untuk sampai ketujuan. Tarekat sebagai lautan yang luas dan tempat adanya mutiara. Sedangkan hakekat adalah mutiara yang dicari-cari mutiara yang dicari oleh para sufi  adalah ma’rifat kepada Allah. Orang tidak akan mendapatkan mutiara kalau tidak mengunakan kapal.  
2.      Adap kepada Mursyid
Adap kepada mursyid , merupakanajaran yang sangat prinsipdalam tarekat. Adap atau etika murid demagn mursyid diatur sedimikian rupa sehingga menyerupai adap para shabat kepada Rosullnya, hal ini diyakini karena muasyaroh (pergaulan) antar murid dengan mursyidnyamelestarikan sunnah yang dilakukan para nabi. Kedudukan murid menempati peran shabat sedangkan kedudukan mursyid menempati peran nabi dalam hal irsyad (bimbingan) dan ta’lim (pengajaran). Seorang murid harus menghormati syehnya lahir bathin.
3.      Dzikir
Tarekat qidriyah dan naqsabandiyah adalah termasuk torekah dzikir. Sehingga dzikir menjai ciri khas yang mesti ada di tarekat. Dalam suatu tarekat dzikir dilakukan secara terus menerus (istiqomah), hal ini dilakukan sebagai suatu latiha psikologis (riyadoh al-nafs) agar mengigat Allah disetiap waktu dan kesmpatan. Dzikir adalah makanan spiritual para sufi dan merupakan apresiasi cinta kepada Allah, sebab ornag yang mencintai sesuatu ia akan banyak menyebut namanya.
Yang dimaksud dzikir dalam tarekat ini adalah aktivitas lidah (lisan) maupun hati (batin) sesuai yang telah dibaitkan oleh mursyid. Dalam ajaran tarekat ini terdapat dua dzikir yaitu dzikir naïf isbat dan dzikir ismu dzat. Dzikir naïf isbat adalah dzikir dengan menyebut nama “lailahaillallah”. Dzikir ini adalah inti dari ajaran tarejat qidiriyah  yang dilafkan secara jahr. Sedangkan dzikir ismu dzat ialalah dzikir kepada Allah dengan menyebut “Allah”  secara sirri. Dzikir ini juga disebut dzikir latifah dan merupakan dan merupakan cirri kha tarekat naqsabandiyah, kedua dzikir ini di biatkan sekaligus oleh seorang mursyid pada waktu pertama kali baiat.
Dapatlah difahami bahwa tarekat adalah cara atau jalan bagaimana seseorang dapat sedekat mungkin dengan tuhan. Diawal munculnya, tarekat hanya sebuah metode bagimana seseorang dapat mendekatkan diri kepada allah dan masih belum terikat oleh aturan-aturan yang ketat. Tapi pada perkembagan berikutnya tarekat mengalami perkembagan menjadi subuah pranata kerohanian yang mempunyai elemen-elemen pokok yang mesti ada yaitu: mursyid, silsilah, baiat, an ajara-ajaranya.
2.4       Silsilah kemursyidan thoriqoh Al-Qidariyah wa Al-Naqsabandiyah
Di PP. Darul Ulil Albab kelutan, ngronggot, naganjuk, jawa timur
Mursyid dari thoriqoh Al-Qodariyah wa Al Naqsanadiyah didesa kelutan kecamatan ngronggot adalah DR.K.H Kharisudin Aqib, M.Ag. beliau resmi menjadi mursyid pada tahun 2003, yang dilantik oleh mursyid thoriqoh di demak. Berikut lampiran kemursyidan KH DR. Kharisudin Aqib, M.Ag Adalah sebagai berikut:
1.      Allah
2.      Jibril As
3.      Nabi Muhammad Saw
4
Ali bin tholib
4
Abu bakar as-siddiq
5
Husain ibn ali
5
Salman al farisi
6
Ali zainal abidin
6
Qosim ibn muh abu bakar
7
M. Al baqir
7
Imam ja’far ai-shodiq
8
Ja’far as shodiq
8
Abu yazid al bastomi
9
Musa al khadim
9
Abu hasan kharqoni
10
Ali ibn musa al ridlo
10
Abu ali al farmadi
11
Ma’ruf al kharaqi
11
Yusuf al hamdani
12
Sari al saqoti
12
Abd kholik gudzawani
13
Abu qhosim janaidi
13
Arif riya al qori’
14
Abu bakaro al sibli
14
Muhammad al anjiri
15
Abd wahid al tamimi
15
Ali rami tamimi
16
Abu al fajar al turutsi
16
M baba sambasi
17
Abd hasan al karakhi
17
Amir kulali
18
Abu sa’id mubarok al majzami
18
Bahaudin al naqsabandi
19
Abd qidiral jailani
19
M alaudin al attari
20
Abu aziz
20
Ya’qib jarekhi
21
M hattaq
21
Ubaidilah ahrari
22
Syamsudin
22
M yazid
23
Syarifudin
23
Darwis Muhammad baqi’billah
24
Nurrudin
24
A faruq al shirbindi
25
Waliudin
25
Al maksum al syirbindi
26
Hisyamuddin
26
Syaifuddin afif Muhammad
27
Yahya
27
Nur Muhammad badawi
28
Abu bakar
28
Syamsudin habibullah janjani
29
Abd rokhim
29
Abd al dahlawi
30
Usman
30
Abu sa’idal ahmadi
31
Abd Fattah
31
Ahmad s’id (w.1277/1860 madinah)
32
M murod
32
M jan al maki(w.1266/1850 makkah)
33
Syamsudin
33
Kholil hilmi
34.    A. Khatib al syambasi
35.    Abd. Kharim al Bantani
36.    Ibrahim al brombongi
37.    Abd. Ahmad menur
38.    Muslikh Abd. Rahman
39.    Ahmad lutfi al hakim
40.    Karisuddin Aqib Al kelutan

III.               PENUTUP
3.1       Kesimpulan
Dari uraian ditas maka dapat disimpulkan bahwa:
  1. tarekat adalah jalan yang harus ditempuh seorang murid agar berada sedekat mungkin dengan tuhan dibawah bimbingan seorang mursyid. Tarekat mencoba memberi rasa aman dan kesejahteraan di akhirat kepada pengikutnya, setelah mereka merasa bahwa kehidupan didunia telah merasa sedah mendekati akir.
  2. tarekat qodiriyah dan naqsabandiyah yang ada diindonesia merupakan tarekat yang mandiri yang didalamnya terdapat usur-unsur qidiriyah dan naqsabandiyah
  3. pokok ajaran dalam tarekat ini diantaranya adalah suluk, adab para murid dan dzikir.
  4. amalan amalan yang ada terdiri dari amalan harian, amalan minguan, amalan bulanan dan amalan tahunan.
  5. amalan harian terdiri dari sholat sunnah, szikir, do’a dan kemasyarakatan
  6. amalan yang dilaksanakan mingguan adalah mujahadah bersama yang biasa disebut tawajjunan, yang berisi tentang istiqosah, pengajian, pembacaan khotib dan lain-lainyan.
  7. amalan bulanan adalah amalan mujahadah bersana yang berisi pembacaac rotib, istighosah, manaqiban dll.
  8. Inti kegiatan yang dilaksanakan setahun sekali adalah kholwat (intensikasi ibadah dan pengamalan ajaran tarekat didalalam ribat atau pesantren) dengan niat ibadah taqqruban illlah atau mendekatkan diri kepada Allah.

1 komentar: